
Arsip publikasi Kabinet Digartha Aksa pada 15 Juni 2026. Isi dan konteks mengikuti waktu penerbitan; untuk jadwal atau prosedur terkini, periksa kanal resmi kampus dan postingan sumber.
Caption publikasi asli @ug_bemfti:
[BEDAH "PESTA BABI" BERSAMA SOSPOL]
Halo, Militan FTI! FTI Korsa!
Kastrat bersama Sosmas membahas apa yang telah terjadi di Tanah Papua. "Pesta Babi" menjadi simbol nyata para penguasa yang berpesta pora meraup keuntungan dari proyek eksploitasi sawit dan nikel di Papua. Ketika masyarakat adat menuntut hak atas tanah leluhur mereka, kehadiran militer justru membungkam demi mengamankan investasi. Krisis HAM ini membuktikan bahwa esensi Sila ke-5 mengenai keadilan sosial telah absen bagi mereka. Dampaknya, hutan Papua dibabat habis. Ruang hidup yang menyempit memicu konflik antarsuku, memunahkan identitas sosial, hingga menghilangkan ritual adat yang telah mengakar ratusan tahun karena ekosistemnya dirampas. Papua yang kaya akan sumber daya alam, kini justru "dijual" seharga buah pinang. Sebenarnya, untuk siapa pembangunan ini? Ketika ruang hidup digusur dan budaya leluhur dikubur, penguasa justru sibuk berdansa di atas penderitaan rakyatnya sendiri. Jangan biarkan Pesta Babi hilang begitu saja, keadilan di tanah Papua masih dipertanyakan adanya.
#PapuaBukanTanahKosong !
Bidang Sosial dan Politik BEM FTI Universitas Gunadarma Kabinet Digartha Aksa “Bergerak dalam Aksi, Satu Kolaborasi, Wujudkan Visi”